Lompat ke isi utama

Berita

Rahmat Bagja: Politik Uang dan Hoaks Musuh Utama Demokrasi Pemilu

RB di JKT

Ketua Bawaslu Republik Indonesia, Rahmat Bagja saat menjadi pembicara dalam Intermediate Training (LK-II) HMI di Yogyakarta pada Selasa, 18 Februari 2025. (Foto: Publikasi dan Pemberitaan Bawaslu)

BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM - Ketua Bawaslu Republik Indonesia, Rahmat Bagja menyebut musuh utama demokrasi pemilu di Indonesia yakni politik uang dan hoaks. Dua hal ini lanjut Bagja dapat merusak demokrasi dan pemilu di Indonesia.

Dilansir dari website resmi Bawaslu Republik Indonesia pada 21 Februari 2025 pada laman https://www.bawaslu.go.id/id/berita/bagja-politik-uang-dan-hoaks-musuh-utama-demokrasi-pemilu Bagja menyampaikan  anak muda agar bersama-sama menjaga pemilu di Indonesia dari politik uang. "Saya yakin teman-teman memiliki mimpi besar agar pemilu di Indonesia tidak ada politik uang. Namanya perubahan, tidak hanya dari atas, melainkan dimulai dari berbagai elemen masyarakat.

Selanjutnya, kata dia, berita bohong atau hoaks. Pasalnya, kata dia, berita bohong atau hoaks dapat menimbulkan perpecahan di masyarakat. Selain itu, dia juga menyebut, hal yang menjadi musuh demokrasi yakni tidak netralnya netralitas ASN, TNI, Polri. "ASN, TNI, Polri merupakan pihak-pihak yang harus netral," jelasnya.

Dia berharap anak muda untuk terus menjaga demokrasi di Indonesia. Pasalnya, kata dia, dalam demokrasi adanya  hak dan kewajiban. Juga, kata dia, penegakan hukum dilakukan melalui proses pengadilan yang terbuka.*

Penulis: Humas Bawaslu Bangka